KAMMI protes kenaikan PNBP dan TDL

Sekitar 50 orang mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Tanjungpinang-Bintan menggelar aksi damai di bundaran Pamedan, Jumat (13/1/2017) sore. Mereka menolak kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

TANJUNGPINANG (KP): Sekitar 50 Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menentang kenaikan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Alasannya, kondisi perekonomian Indonesia kurang baik saat ini.

“Keputusan menaikkan biaya kendaraan bermotor tidak tepat. Perekonomian kita belum stabil,” ungkap Ketua KAMMI Kota Tanjungpinang Beny Ruswandi dalam aksi unjuk rasa di bundaran Pamedan, Jumat (13/01/2017) sore.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo di ultimatum untuk segera mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang PNBP. Program Nawacita Jokowi-Jk juga dipertanyakan.

Pasalnya, beberapa kebijakan yang dikeluarkan bukanlah kebijakan pro rakyat. Apabila dalam waktu dekat pencabutan PP Nomor 60 tidak dilakukan, timbul gejolak di Pemerintahan Jokowi-Jk.

“Kami mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kebijakan pemerintah dinilai belum menyejahterakan rakyat,” ajak Beny.

Usai menggelar aksi damai sekitar satu jam, massa dari KAMMI membubarkan diri dengan tertib.

SUAIB

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top