DPR dukung Kemenhub bekukan ground handling Lion Air & Air Asia

JAKARTA (KP): Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah membekukan layanan ground handling maskapai Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta dan Air Asia di Badara Ngurah Rai, Bali.

Pembekuan itu dilakukan karena dua maskapai tersebut salah menurunkan penumpang luar negeri ke terminal domestik. Alhasil, sejumlah warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia tanpa cap imigrasi.

Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis menegaskan pihaknya mendukung keputusan Kemenhub untuk pembekuan sementara. Pasalnya hal itu bertujuan agar dua maskapai tersebut ke depannya agar tidak kembali terjadi kelalaian.

“Kami berikan dukungan penuh terhadap keputusan Kemenhub,” ujar Fary saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2016).

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut menambahkan, pemerintah juga harus melakukan investigasi atas kesalahan menurunkan penumpang tersebut. “(Harus ada investigasi) karena bandara ini kecolongan,” katanya.

Sebelumnya, Kemenhub akhirnya membekukan sementara jasa pelayananan penumpang dan barang ground handling maskapai Lion Air dan Air Asia. Hal ini menyusul peristiwa kesalahan menurunkan penumpang internasional yang diturunkan di terminal domestik.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Suprasetyo menjelaskan surat keputusan dikeluarkannya sanksi itu ditandangatangani pada Rabu 17 Mei 2016.

Suprasetyo menambahkan, sanksi pembekuan itu akan dikenakan di masing-masing bandara di mana kedua maskapai itu membuat kesalahan, yakni Bandara Soekarno Hatta untuk Lion Air dan Bandara Ngurah Rai untuk Air Asia.

Menurut Prasetyo sanksi pembekuan ground handling itu mulai berlaku sejak lima hari setelah surat keputusan itu dikeluarkan yakni, pada Selasa 24 Mei 2016

OKEZONE

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top