Pungli uang perpisahan siswa

Dua guru SMK 1 Bintim dituntut 6 bulan

Mungin Pribadi, mantan Kepala SMK 1 Bintan Timur, memegang surat tuntutan jaksa di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (3/10/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Mungin Pribadi dan Syofranita dituntut enam bulan penjara oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Rabu (3/10/2018). Dua oknum guru SMK 1 Bintan Timur (Bintim), Kabupaten Bintan, ini terbukti melakukan pungutan liar terhadap para siswa.

Jaksa Penuntut Umum Destia Dwi Purnomo membacakan tuntutan keduanya secara terpisah. Dalam amar tuntutannya disebutkan, perbuatan Mungin Pribadi saat menjabat sebagai Kepala SMK 1 Bintim terbukti melanggar pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Pasal ini tentang pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu atau membayar.

“Kami menuntut terdakwa selama enam bulan penjara dipotong tahanan kota yang sedang dijalani. Hukuman tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa terdakwa belum pernah dihukum dan tulang punggung keluarga,” ungkapnya.

Mungin juga didenda Rp5 juta. Bila uang denda tak dibayar, hukuman Mungin ditambah satu bulan kurungan.

Sebelumnya, Syofranita dituntut enam bulan penjara. Ia juga didenda Rp5 juta.

Untuk diketahui, tim Sapur Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Bintan menangkap Syofranita pada 22 April 2017 lalu.

Ia memungut berbagai macam pembayaran dari siswa. Uang yang dipungut dari siswa itu antara lain untuk perpisahan siswa kelas IX, simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sampul ijazah, foto, dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK).

Dalam pemeriksaan Syofranita terungkap nama Kepala SMK 1 Bintan saat itu, Mungin Pribadi. Ia pun ikut ditangkap atas perannya.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top