Penyelundup 250 kardus rokok ilegal

Dua ditangkap, lima melarikan diri

Tim gabungan Koarmada I dan Lanal Dumai saat penggeledahan speeboat bermuatan rokok ilegal, Selasa (11/9/2018). Foto: Koarmada I.

JAKARTA (KP): Dua orang penyelundup rokok ilegal ditemukan di balik terpal saat penggerebekan oleh tim gabungan  Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Koarmada I bersama tim Lanal Dumai di Desa Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Lima orang penyelundup melarikan diri ke dermaga masyarakat.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono dalam siaran persnya, Kamis (13/9/2018), mengungkapkan kronologi penangkapan. Berawal dari informasi intelijen pada 11 September. Informasi tersebut tentang pergerakan speedboat dari Batam, Kepulauan Riau. Speedboat diduga bermuatan barang elektronik itu akan menuju ke Kuala Enok.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melaksanakan pembagian posisi penyekatan di daerah Kuala Enok. Selanjutnya, tim bergerak ke posisi masing-masing dengan menggunakan tiga buah speedboat,” katanya.

Dalam pengintaian itu, terdengar suara mesin pompong yang dari arah laut. Ketika diteropong, rupanya pompong itu diikuti speedboat yang berjalan pelan.

Tim pengintai mulai curiga. Speedboat tersebut diikuti. Speedboat tersebut menuju ke dermaga bongkar muat milik penduduk setempat.

“Tim segera mengeluarkan tembakan peringatan. Lima orang melarikan diri meloncat dari speedboat ke dermaga masyarakat,” sebut Yudo.

Speedboat tersebut digeledah. Dua orang ditemukan bersembunyi di balik terpal. Di balik terpal itu juga ditemukan muatan kapal yang berisi rokok ilegal sebanyak 250 kardus. Nilai rokok ilegal ini sekitar Rp1,5 miliar dengan perhitungan 1 kardus seharga Rp4-4,5 juta.

“Dua pelaku dan barang bukti dibawa ke Lanal Dumai,” jelas Yudo.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top