Gelapkan motor warga, dihukum 18 bulan

Fajar usai persidangan di PN Tanjungpinang, Senin (10/9/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Wahyu Kurniawan alias Fajar dihukum satu tahun dan enam bulan penjara. Ia terbukti menggelapkan sepeda motor pinjaman.

“Untuk kasus penggelapan kedua yang di Bintan Timur ini, terdakwa dihukum satu tahun dan enam bulan penjara. Kami menuntut terdakwa selama satu tahun dan delapan bulan penjara,” kata Jaksa Penuntut Umum Okky Fathony usai persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (10/9/2018).

Data pengadilan, berawal saat Fajar jatuh dari sepeda motor di depan rumah Khoirul Umam alias Sahrul di Kampung Bangun Rejo, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan pada 27 Maret, sekitar pukul 16.00. Fajar ditolong Sahrul dan ayahnya.
Fajar ditanyakan keberadaan keluarganya. Ia menjawab kalau keluarganya berada di Batam.

Fajar datang ke Bintan untuk mencari temannya yang melarikan uang dan telepon selulernya. Iba mendengar cerita itu, Fajar dipersilakan tinggal di rumahnya.

Saat di rumah, Sahrul diminta Fajar mencarikan sepeda motor pinjaman. Alasannya, Fajar ingin mengambil STNK dan BPKB di rumah mamanya.

Sebab, sepeda motor Fajar ditilang di Pos Lalu Lintas Batu 10, Tanjungpinang. Mendengar cerita Fajar, sepeda motor Supra X BP 5069 TM milik tetangga, Poniran, dipinjam Sahrul.

Sepeda motor berhasil dipinjam dan dikendarai Fajar. Sedangkan Sahrul dibonceng.

Di tengah perjalanan, Fajar mengatakan kalau bensinnya habis. Fajar ingin ke rumah tantenya.

Sahrul diminta turun dari sepeda motor. Sahrul diminta menunggu di depan gang Kantor Lurah Gunung Kijang.

Fajar diingatkan agar cepat kembali. Pasalnya, sepeda motor itu milik orang lain.

Ternyata, Fajar tak kembali hingga menjelang malam. Sahrul mengadukan perbuatan Fajar itu ke Poniran. Akhirnya, Fajar dilaporkan ke Polsek Bintan Timur pada 17 Mei.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top