Eks Kades Tanjungirat divonis 2 tahun bui

Mantan Kades Tanjungirat Kahar usai jalani sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Kahar (51), mantan Kepala Desa (kades) Tanjungirat, dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Sedangkan Jasmin (37), mantan Ketua tim DKTM Desa Tanjungirat, juga divonis dengan hukuman yang sama.

Ketua Majelis Hakim Corpioner membacakan amar putusan bagi keduanya dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Selasa (14/8/2018). Dinyatakan, perbuatan Kahar dan Jasmin terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Perbuatan keduanya memenuhi unsur pasal 3 UU Tipikor, sesuai dakwaan subsider jaksa penuntut umum.

“Kami menghukum terdakwa Kahar dan Jasmin masing-masing selama dua tahun penjara,” katanya.

Kahar dan Jasmin juga didenda Rp50 juta. Bila uang denda tak dibayar, maka hukumannya ditambah dua bulan kurungan.

“Terdakwa Kahar sudah mengembalikan uang negara Rp78 juta. Uang tersebut sudah dikembalikan ke kas negara,” ungkap Hakim Corpioner.

Sementara itu, uang negara sebesar Rp158 juta belum dikembalikan Jasmin. Jika tidak sanggup, maka hukuman Jasmin ditambah satu tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum Primayuda mengatakan, tuntutan yang diajukan sebelumnya tiga tahun penjara.

Data di pengadilan, kasus ini berawal saat PT Growa Indonesia memperoleh izin usaha pertambangan (IUP) dari Bupati Lingga pada 10 Juli 2015. Perusahaan ini melakukan penambangan pasir darat di Desa Tanjungirat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga.

Karena ada aktivitas pertambangan, masyarakat Dusun Cukas dan Dusun Setawar menuntut perhatian dalam bentuk Dana Kepedulian Terhadap Masyarakat (DKTM). Kahar sebagai Kepala Desa Tanjungirat mengeluarkan surat keputusan pada 18 Oktober 2016 mengenai DKTM itu.

Tim DKTM dibentuk untuk mengajukan proposal ke pihak perusahaan. Ketua tim DKTM adalah Jasmin. Pinjaman diajukan tim DKTM ke PT GI pada 31 Oktober 2016.

Besaran pinjaman sekitar Rp20 juta diserahkan pihak perusahaan melalui Herryandi Jap alias Akuang kepada Jasmin dan Kahar. Pinjaman kedua diajukan sebesar Rp30 juta pada 16 Desember 2016.

Proposal diajukan tim DKTM kepada PT GI. Proposal diajukan pada 29 November 2016 dan 27 Februari 2017.

DKTM itu diserahkan Koordinator Lapangan PT GI yaitu Jimmy Arifanda. DKTM yang dikucurkan sekitar Rp200 juta.

DKTM ini diterima Jamsin disaksikan Kahar. Dana ini dipotong Rp40 juta karena sudah dipinjam oleh tim DKTM sebesar Rp50 juta.

Selanjutnya, DKTM tahap kedua dikucurkan pada 24 Maret. Dana yang dikucurkan sekitar Rp297 juta.

Dana ini tidak dimasukkan ke dalam rekening kas desa untuk APBDEs 2016. Dari rangkaian perbuatan Kahar dan Jamin, negara dirugikan Rp229,5 juta.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top