Berangkat dari Jakarta

1.210 TNI AL mendarat di Tanjung Todak

Proses pendaratan kendaraan amfibi dalam latihan tempur di Pantai Tanjung Todak, Singkep, Lingga, Kamis (2/8/2018). Foto: Dispenal.

DABO (KP): Sekitar 1.210 prajurit TNI AL dengan kendaraan amfibi mendarat di Pantai Tanjung Todak, Dabo, Singkep, Kabupaten Lingga, Kamis (2/8/2018). Pasukan ini menempuh perjalanan panjang di lautan dari pangkalan di Jakarta.

Simulasi latihan tempur ini dimulai sekitar pukul 06.00. Lebih kurang 1.210 personel TNI AL yang tergabung dalam beberapa kesatuan ini dengan cepat menguasai Pantai Tanjung Todak yang disimulasikan dikuasai lawan. Dua satuan setingkat kompi (SSK) pasukan Marinir juga dikerahkan melalui operasi pendaratan amfibi. tumpuan pantai berhasil dibentuk oleh pasukan pendarat (pasrat). Setelah berhasil mengamankan area Pantai Tanjung Todak, operasi tempur yang dikomandoi Komando Armada (Koarmada) I melanjutkan operasi darat lanjutan.

Koarmada I menggelar Latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) di Tanjung Todak. Satuan Tugas Laut yang terdiri dari UT Aju, UT Tabir, UT Angkut, dan UT Ranjau melaksanakan tahap gerakan menuju sasaran (GMS), tahap serbuan, dan tahap pengakhiran. Usai menyaksikan pendaratan pasukan pendarat Korps Marinir, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Prasasti Tempat Latihan di Pantai Todak Dabo Singkep.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda (Laksda) TNI Yudo Margono dihadapan awak media mengatakan, latihan pendaratan amfibi di Pantai Tanjung Todak merupakan puncak latihan Glagaspur. Latihan ini digelar dari Pangkalan Jakarta pada Senin 30 Juli.

“Latihan ini dimulai dari Tanjung Priok Jakarta, melalui Perairan Bangka Belitung dan terakhir di Pantai Tanjung Todak, Dabo Singkep Kabupaten Lingga,” jelas Yudo.

Selain itu, beberapa kegiatan yang dilaksanakan di Dabo di antaranya, penanaman pohon bakau, bhakti sosial pengobatan umum, pemberian alat keselamatan pelayaran, pemberian paket sekolah, dan peresmian Surau Al Faizin Tanjung Harapan di Kampung Pasir Kuning. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan selanjutnya adalah Kirab alutsista dengan mengelilingi Kota Dabo. Acara ditutup dengan atraksi terjun payung pasukan Kopaska di Lapangan Merdeka.

“Dalam latihan ini Koarmada I melibatkan 17 KRI dan dua SSK Marinir dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel. Latihan ini juga untuk mengukur kemampuan Satuan Tugas Koarmada I dalam mendukung tugas TNI AL dalam meminimalisasi ancaman dari laut,” jelas Yudo.

Selain itu, Latihan Glagaspur juga berupaya melatih kemampuan penyiapan Operasi Amfibi guna menghadapi dan menggagalkan penguasaan wilayah NKRI oleh pihak musuh. Latihan ini juga bertujuan melatih kemampuan komando, kendali, dan komunikasi dengan seluruh unsur maupun satuan terkait Operasi Amfibi.

“Selain 17 KRI, kami juga menerjunkan pasukan Marinir dan 1 KRI jenis Multi Role Light Freegat (MLRF), 2 KRI jenis Perusak Kawal (PK) Parchim Class, dan 4 KRI Jenis Angkut Tank Frosch (ATF),” ungkap Yudo.

Selain itu, dua KRI jenis Kapal Cepat Rudal (KCR 40), 4 KRI Jenis Kapal Patroli (PC), 1 KRI Jenis Bantu Tunda Samudera (BTD), 2 KRI jenis Penyapu Ranjau (PR), 2 unsur pesawat udara yang terdiri dari 1 Pesud Cassa-6205 dan 1 pesawat Helly BO-105 juga dikerahkan dalam latihan ini. Pasukan Marinir yang diterjunkan melibatkan kekuatan 2 SSK Pasukan Pendarat (Pasrat), 3 Tank BMP-3F, serta 7 Pansam BTR-50M.

“Kami berharap dari latihan ini para prajurit dapat meningkatkan profesionalisme sesuai bidang tugasnya. Ini masih dalam lingkup yang kecil. Ke depan, evaluasi dari latihan ini akan dilakukan lebih besar lagi,” ucap Yudo.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top