Bermuatan ikan yang dilindungi

Kapal latih ditangkap KAL Baruk

Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno saat pers rilis penangkapan KM Borneo Pearl di Lanal Tarempa, Selasa (31/7/2018). Foto: Dispen.

TANJUNGPINANG (KP): Kapal latih dengan nama KM Borneo Pearl dicegat Kapal Angkatan Laut (KAL) Baruk di sekitar perairan Desa Ladan, Tenggara Pulau Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas pada 28 Juli lalu. Kapal ini diketahui bermuatan ikan yang dilindungi.

Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laskamana Pertama TNI R Eko Suyatno dalam siaran persnya saat berada di Dermaga Tanjung, Lanal Tarempa, Selasa (31/7/2018), mengungkapkan kronologi penangkapan. Berawal saat KAL Baruk sedang berpatroli di perairan Desa Ladan.

Sebuah kapal latih terpantau di perairan desa itu. Kapal didekati untuk pemeriksaan dokumen. Kapal latih ini diketahui jenis Kapal Ikan Indonesia (KKI).

“Kapal latih ini dinakhodai Isamudin. Anak buah kapal berjumlah sembilan orang. Dua orang penumpangnya tidak memiliki dokumen,” katanya.

Hasil pemeriksaan dokumen, kapal tidak dilengkapi surat persetujuan berlayar (SPB), tidak memiliki daftar ABK atau sijil, tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). Sedangkan hasil pemeriksaan muata ditemukan ikan hiu sebanyak 850 Kg, sirip hiu seberat 5 Kg, dan cumi sebanyak 25 Kg.

“Pihak KAL Baruk juga menemukan ikan hasil tangkap yang diduga dilindungi,” sebut Eko.

Atas dugaan sejumlah perbuatan ilegal ini, KM Borneo Pearl digiring ke Pangkalan TNI AL Tarempa. Dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak KM Borneo Pearl yaitu Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Perikanan pasal 93 ayat 1 dan pasal 98. Dugaan pelanggaran lain adalah pasal 312 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

REDAKSI

Spread the love

*

*

Top