Eks KKM Kawal Bahari I dituntut 2,5 tahun

Samsudin, mantan Kepala Kamar Mesin (KKM) Kawal Bahari I saat menerima surat tuntutan, Rabu (6/6/2018). Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG (KP): Samsudin, mantan Kepala Kamar Mesin (KKM) Kawal Bahari I dituntut dua tahun dan enam bulan penjara. Ia terbukti menggunakan Sertifikat Ahli Teknika Tingkat IV palsu.

Jaksa Penuntut Umum Haryo Nugroho dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (6/6/2018), menyatakan, Samsudin terbukti melanggar pasal 264 KUHP tentang penggunaan akta otentik palsu. Perbuatan Samsudin ini terungkap dalam fakta persidangan.

“Kami menuntut terdakwa selama dua tahun dan enam bulan penjara,” katanya.

Usai mendengarkan tuntutan jaksa, Ketua Majelis Hakim Guntur Kurniawan menunda persidangan. Agenda sidang berikutnya mendengarkan pembelaan dari Samsudin.

Data di pengadilan, berawal saat kapal Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Poldak Kepri sedang patroli di perairan sebelah Utara Pulau Kekip, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, pada 29 Januari, sekitar pukul 16.50.

KM Kawal Bahari I yang dinakhodai Rusli dicegat. Dokumen, muatan, dan tujuan kapal diperiksa.

Kapal bermuatan ikan segar itu hendak ke negara Singapura. Satu lembar Sertifikat Ahli Teknika Tingkat IV atas nama Samsudin yang diterbitkan pada 24 September 2015 adalah palsu. Begitu juga dengan satu lembar Pengukuhan Keabsahan Penerbitan Sertifikat Menurut Ketentuan Konvensi Internasional Tentang Standart Pelatihan, Sertifikasi, dan Tugas Jaga Bagi Pelaut yang diterbitkan pada 12 Oktober 2015.

Dokumen ini diperoleh Samsudin dari Basri (DPO) pada Juni 2015 lalu. Untuk mendapatkan dokumen tanpa mengikuti syarat pendidikan atau pelatihan di Balai Besar dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) ini, biaya yang dikeluarkan Samsudin sekitar Rp25 juta.

Dokumen palsu tersebut digunakan Samsudin untuk memasukkan lamaran pekerjaan sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM) KM Kawal Bahari I di PT Hanka pada Desember 2015. Pihak perusahaan tidak tahu bahwa surat yang digunakan Samsudin adalah palsu. Samsudin terima bekerja di PT Hanka dengan gaji sebesar Rp700.000 per trip/sekali jalan.

Atas perbuatannya, Samsudin dipidana dengan pasal 264 KUHP tentang penggunaan surat yang isinya tidak sejati atau yang dipalsukan seolah-olah benar dan tidak dipalsukan.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top