Festival Lampu Cangkok

Jalan menuju desa dan masjid dihiasi pelita

Festival Lomba Cangkok di Kabupaten Bintan pada tahun lalu. Foto: Istimewa.

BINTANBUYU (KP): Jalanan di seluruh desa dan masjid dihiasi dengan lampu pelita selama bulan Ramadan. Hiasan lampu pelita ini merupakan bagian dari Lomba Lampu Cangkok yang digelar Pemkab Bintan.

“Memeriahkan bulan Ramadan, kita hidupkan kembali tradisi yang sudah menjadi ciri khas Melayu. Kita hidupkan lampu pelita di sepanjang jalan menuju jalan-jalan desa, khususnya ke rumah masjid dan musala,” kata Bupati Bintan Apri Sujadi, beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bintan Ronny Kartika di Bintan Buyu, Selasa (22/5/2018), mengatakan, Festival Lampu Cangkok ini dinilai berdasarkan beberapa kategori. Dari segi bangunan, posisinya tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Ketinggian menara minimal 3,5 meter. Lebar konstruksi gerbang sekitar lima meter pada bagian kiri dan kanan. Kebersihan di sekitar gerbang lampu terawat.

Untuk aspek estetika, gerbang lampu cangkok harus dibangun bernuansa Islami. Keindahan, kerapian, bahan, dan banyaknya lampu cangkok yang dipasang juga dinilai. Total hadiah yang diberikan sekitar Rp37 juta.

“Juara pertama akan memperoleh bantuan sebesar Rp10 juta. Juara kedua Rp7 juta dan ketiga Rp5 juta,” ujar Ronny.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaiman Prawira mengatakan, Festival Lampu Cangkok ini digelar sebagai bentuk apresiasi masyarakat dalam menyambut hari kemenangan nanti. Festival ini melibatkan Ketua RT, Ketua RW, dan pemuda setempat agar dapat lebih mempererat tali silaturahmi.

“Usai melaksanakan ibadah Salat Tarawih, mereka bisa menuangkan kreasinya dalam bentuk lampu cangkok. Festival ini juga sebagai bentuk daya tarik dunia pariwisata dengan membangkitkan nilai-nilai kultur budaya Islami yang melekat pada masyarakat Melayu,” sebutnya.

REDAKSI

Spread the love

*

*

Top