Selain pantau proyek M-400

Moeldoko dengarkan aspirasi warga Lingga

Ketum HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko didampingi Bupati Lingga Alias Wello (kiri) saat memantau lahan penanaman padi M-400 di Desa Pasir Putih, Singkep Selatan, Selasa (2252018). Foto Istimewa.

SINGKEPSELATAN (KP): Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) Moeldoko meninjau langsung pengolahan lahan untuk penaman jenis padi M-400 di Desa Tanah Putih, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Selasa (22/5/2018). Setelah itu, Moeldoko berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai permasalahan bangsa.

“Sebagai kepala staf presiden, saya sekantor dengan presiden. Kami membuka ruang kepada masyakat untuk bertanya dan melaporkan berbagai permasalahan bangsa,” kata Moeldoko dalam dialog dengan masyarakat Lingga di Gedung Nasional Dabo, Singkep.

Salah satu pertanyaan sampaikan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Lingga Ary Satya Darma. Katanya, Kabupaten Lingga masih terkendala program yang diajukan ke pemerintah pusat yaitu program daerah perbatasan dan desa tertinggal.

Sementara itu, tokoh masyarakat Lingga mengeluhkan ke pihak Bandara Dabo dan Bupati Lingga. Pasalnya, Lingga hanya dilayani penerbangan perintis yang terjadwal dua atau tiga kali seminggu. Sementara, penerbangan komersil belum ada. Persoalan harga bahan pokok dan harga bahan bakar jenis Premium juga disampaikan.

Bupati Lingga Alias Wello mengatakan, kunjungan Jenderal (Purn) Moeldoko adalah sesuatu yang sangat membanggakan. Karena selama ini, perhatian yang diberikan oleh kepala staf kepresidenan seakan memberikan energi yang sangat besar bagi pembangunan di Lingga.

“Saya mohon dukungan dan restu dari masyarakat Kabupaten Lingga agar sama-sama mendoakan mantan Panglima TNI tersebut terus dipercaya mendapat jabatan penting. Kita harapkan beliau menjadi pemimpin yang akan berbuat lebih banyak lagi untuk bangsa dan negara agar sektor pangan dan pertanian Indonesia semakin dikenal di negara luar,” ucapnya.

Setelah mendengarkan berbagai keluhan dan pertanyaan masayrakat, Moeldoko menyatakan,seluruh pertanyaan dan informasi yang telah disampaikan akan dibawa dalam rapat kabinet terbatas. Dalam rapat kabinet tersebut akan hadir beberapa kementerian dan pimpinan lembaga negara terkait, yang dilaksanakan minimal dua kali dalam satu pekan.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top