Pulau karantina sapi

Pemkab Lingga tunggu penerbitan PP

Kapus Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Kementan Mulyanto didampingi Bupati Lingga Alias Wello (kaos biru) memantau pulau Bakung melalui pengontrol drone, Kamis (23/11/2017). Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG (KP): Pemkab Lingga sedang menunggu penerbitan peraturan pemerintah (PP) tentang pulau karantina sapi. Pulau yang sudah disurvei pihak Kementerian Pertanian (Kementan) adalah pulau Bakung, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Senayang.

“Kami masih menunggu PP. Pulau karantina sapi ini program nasional,” kata Bupati Lingga Alias Wello (Awe) saat diwawancarai di Tanjungpinang, beberapa waktu lalu.

Diungkapkannya, pulau Bakung punya keunggulan tersendiri. Sebab, posisi pulau ini sangat strategis.

Karakteristik wilayahnya cukup baik. Ruang wilayah pulau Bakung juga cukup besar.

“Kami sudah mulai menyiapkan pakan ternak sapi,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat (Kapus) Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Kementan Mulyanto turun langsung mensurvei pulau Bakung pada 23 November 2017. Survei pendahuluan ini untuk melihat dari dekat beberapa aspek yang menjadi syarat utama pulau karantina.

Beberapa aspek itu, topografi lahan, sumber daya air, alur pelayaran, dan lainnya. Secara visual, pulau Bakung ini bagus untuk peternakan. Tapi, soal layak atau tidaknya akan diputuskan oleh tim pengkajian yang sudah dibentuk oleh Badan Karantina Pertanian.

Posisi pulau ini berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Pulau Bakung juga berada pada alur pelayaran internasional.

Pulau Bakung memiliki luas kurang lebih 5.716 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 1.022 jiwa ini. Pulau ini dapat ditempuh dengan perjalanan laut dari Kota Batam dan Tanjungpinang dengan waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam. Sedangkan jarak tempuh dari Daik Lingga, pusat ibu kota Kabupaten Lingga, sekitar 1 jam.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top