Kepala DLH Batam dituntut 15 bulan penjara

Dendi usai dituntut jaksa (kiri) dan Amir (kanan) setelah divonis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (9/4/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): A Dendi Noviardi alias Dendi Purnomo (54) dituntut satu tahun dan tiga bulan penjara oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Kepualauan Riau (Kejati Kepri). Menurut jaksa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam ini terbukti menerima uang suap Rp25 juta dari seorang pengusaha, Amiruddin alias Amir (59).

JPU Fahmi Ari Yoga membacakan amar tuntutan itu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Senin (9/4/2018). Dinyatakan, Dendi saat menjabat sebagai Kepala DLH Kota Batam menerima uang suap Rp25 juta dari Direktur Utama PT Telaga Biru Semesta (Dirut PT TBS) Amir. Hal itu terungkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan petugas dari tim Sapur Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Kepri.

“Aksi OTT ini dilakukan pihak kepolisian mendapat informasi dari masyarakat. Pratik suap ini sudah berlangsung lama di DLH Batam,” ungkapnya.

Berdasarkan fakta persidangan, perbuatan Dendi terbukti memenuhi unsur dakwaan kedua yaitu pasal 5 ayat 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Pasal ini tentang pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima pemberian atau janji dalam jabatannya.

Tuntutan ini diajukan atas berbagai pertimbangan. Hal memberatkan, Dendi tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Hal meringankan, Dendi menyesal dan belum pernah dihukum.

“Atas pertimbangan tersebut, kami menuntut terdakwa selama satu tahun dan tiga bulan penjara,” ucap JPU Fahmi.

Dendi juga didenda Rp50 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, hukumannya ditambah satu bulan kurungan.

Kemudian, sidang dilanjutkan dengan pembacaan vonis bagi Amir. Ketua Majelis Hakim Eduart Sihaloho membacakan amar putusan bagi Dirut PT TBS ini.

Dinyatakan, Amir terbukti memberi sesuatu kepada Dendi Purnomo yang menjabat sebagai Kepla DLH Batam. Perbuatan Amir ini memenuhi dakwaan alternatif kedua dari jaksa penuntut umum yaitu pasal 5 ayat 1 huruf b UU Tipikor.

“Kami menghukum terdakwa selama satu tahun penjara,” ucap Hakim Eduart.

Amir juga didenda Rp50 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, hukumannya ditambah satu bulan kurungan.

Untuk diketahui, Amir ditangkap tim Saber Pungli Polda Kepri di Kompleks Pengairan, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, pada 23 Oktober 2017 siang. Saat itu, Amir baru saja keluar dari kediaman Dendi.

Pengakuan Amir, uang suap baru saja diberikan kepada Dendi  untuk pengurusan dokumen pembersihan tanki kapal Armada Intervied berbendera Inggris di Jembatan 6 Barelang. Akhirnya, Dendi ikut ditangkap.

Uang disita petugas dari Dendi berisi uang Rp25 juta. Dua amplop lain yang disita dari OTT ini bertuliskan nama Hasbi berisi Rp5 juta dan amplop bertuliskan nama Masrial Rp5 juta.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top