Layanan investasi dituntut serba online

Bupati Bintan Apri Sujadi saat akan menghadiri Rapat Kerja di di Jakarta Internasional Expo (JIExpo) Kemayoran, Rabu (28/3/2018). Foto: Istimewa.

JAKARTA (KP): Sistem pelayanan investasi memang dituntut untuk serba singkat, serba cepat, dan bila perlu serba online saat ini. Hal tersebut diperlukan guna mendukung percepatan sektor investasi, sekaligus menumbuhkan sektor ekonomi di daerah.

“Saat ini, sistem pelayanan investasi memang dituntut untuk serba singkat, serba cepat, dan bila perlu serba online,” kata Bupati Bintan Apri Sujadi usai menghadiri Rapat Kerja Pemerintah Dengan Bupati, Wali Kota, DPRD Kabupaten dan Kota bersama Presiden Joko Widodo, terkait percepatan pelaksanaan berusaha daerah di Jakarta Internasional Expo (JIExpo) Kemayoran, Rabu (28/3/2018).

Pemkab Bintan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) telah membuat beberapa inovasi guna mempermudah pelayanan dan pengurusan izin suatu usaha. Salah satunya melalui fasilitas penerapan perizinan berbasis online (e-List) dan juga fasilitas mobil keliling.

Sementara itu, Kepala DPMPTSPTK Bintan Hasfarizal Handra yang ikut dalam rapat itu mengatakan, beberapa kemudahan pelayanan perizinan usaha telah tersedia diaplikasi e-List. Calon investor dapat juga mengakses http://dpmptsptk.bintankab.go.id atau http://dpmptsptk.bintankab.go.id/adm-login.html.

“Aplikasi pelayanan perizinan usaha tersebut akan terkoneksi langsung ke kami,” ujarnya.

Untuk diketahui, DPMPTSPTK Bintan mencatat total nilai investasi sekitar Rp14 triliun pada 2017. Sekitar 27 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) mempunya nilai investasi 921 juta Dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp12,3 triliun.

Sedangkan untuk tipe Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terdapat delapan perusahaan dengan nilai investasi mencapai Rp1,7 triliun lebih. Per 5 Maret 2018, DPMPTSPTK Bintan mencatat bahwa sudah 36 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) telah mengajukan Izin Prinsip dengan nilai investasi mencapai 147 juta Dollar AS atau sekitar Rp2 triliun.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top