Hakim Tipikor tahan Tengku Mukhtaruddin

Mantan Bupati Anambas Tengku Mukhtaruddin usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (26/3/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang menetapkan penahanan terdakwa Tengku Mukhtaruddin, Senin (28/3/2018). Salah satu dasar penahanan adalah bukti medis dan dokter tidak pernah diajukan ke persidangan.

Ketua Majelis Hakim Santonius Tambunan usai persidangan mengungkapkan, agenda sidang terdakwa Tengku Mukhtaruddin adalah pembacaan putusan. Seharusnya, pembacaan putusan ini agendakan pada 19 Maret. Namun karena yang bersangkutan sakit, maka sidang pembacaan putusan diagendakan Senin ini.

“Sebenarnya, majelis sudah memusyawarahkan putusan bagi terdakwa. Maka, kami memandang perlu dikeluarkan penetapan penahanan terhadap terdakwa,” katanya.

Penetapan penahanan itu berdasarkan empat dasar. Pertama, hakim berwenang melakukan penahanan terhadap terdakwa selama 30 hari. Kedua, dakwaan terhadap terdakwa merupakan dakwaan yang bisa dikenakan penahanan.

Ketiga, kesamaan kedudukan di hadapan hukum. Terdakwa diperlakukan sama dengan terdakwa lainnya. Keempat, dokter yang bisa didengarkan keterangannya dan surat-surat mengenai kondisi kesehatannya tidak pernah diterima dari awal hingga akhir persidangan.

“Menurut pemahaman majelis dari perkara ini bahwa terdakwa hanya dikenai pemeriksaan kesehatan. Hal tersebut bukan menjadi hal yang menghalangi majelis hakim untuk mengeluarkan penetapan penahanan,” ucap Hakim Santo.

Kesempatan berbeda, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungpinang Rony Widiyatmoko mengatakan, persiapan khusus tidak ada dilakukan pihaknya. Pasalnya, semua tahanan tidak ada yang spesial.

“Semuanya sama. Hak dan kewajibannya sama. Maka, kami akan memperlakukan tahanan baru lainnya sama,” ucapnya.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top