Curang, kuasa hukum somasi KPKNL Batam

Sri Ernawati saat konferensi pers tentang kecurangan lelang yang dihadapi empat kliennya, Kamis (22/3/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Kuasa hukum empat peserta lelang barang rampasan negara mengirimkan somasi ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam. Pasalnya, keempatnya merasa dicurangi saat mengikuti lelang pada 19 Maret lalu.

Empat peserta lelang itu antara lain, Dharman (39), Chaundry (37), Septiani Haris (30), dan Rullianto (35). Keempatnya mengikuti lelang 6.020 unit telepon seluler (ponsel) merek Xiomi Redmi 4A, 940 unit Xiomi Note 4X, dan satu unit speedboat beserta tiga mesin tempet merek Mercury 300 PK.

Jadwal lelang dilakukan pada 19 Maret lalu, sekitar pukul 11.00. Lelang digelar di Pangkalan TNI AL Batam di Jalan Tanjung Sekuang, Batu Ampar, Batam. Keempatnya sudah membayar uang jaminan masing-masing Rp1.750.000.000 kepada panitia lelang dari KPKNL.

Hal itu ungkapkan kuasa hukum empat peserta lelang ini, Sri Ernawati dalam konferensi pers di Posbakum Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (22/3/2018).

“Keempat merupakan peserta lelang dari luar Provinsi Kepri. Mereka merasa dicurangi dalam proses lelang ini,” katanya.

Kasus ini berawal empat kliennya akan mengikuti lelang di Lanal Batam. Kendaraan keempatnya disetop di pos penjagaan karena ada pemeriksaan.

Keempatnya diminta menunggu. Selanjutnya, empat peserta lelang ini diarahkan mendaftarkan diri di Balai Kesehatan TNI AL Lanal Batam.

Ketika diperiksa dokumen lelang, salah seorang petugas TNI AL mengatakan dokumen lelang harus difotokopi rangkap lima. Akhirnya, orang suruhan keempatnya diminta memfotokopi dokumen lelang. Setelah selesai, seorang perwira menengah TNI AL mengatakan, lelang sudah ditutup dan sudah ada pemenang lelang.

“Klien saya kaget. Mereka merasa dizalimi. Tidak ada disebutkan nama pemenang lelang sampai saat ini,” ucap Ernawati.

Tidak puas, panitia dari KPKNL batam dikonfirmasi. Proses lelang diminta diulang karena tidak transparan.

Dari pemberitaan televisi lokal, salah seorang pegawai KPKNL yaitu Helmi mengatakan, proses lelang sudah sesuai prosedur.

“Dari mana sesuai prosedurnya? Sampai dikonfirmasi tidak ada pemenang lelang,” sebut Ernawati.

Karena itu, somasi dilayangkan ke pihak KPKNL Batam. Surat somasi ini ditembuskan ke Presiden Joko Widodo, Kejaksaan Agung, Panglima TNI, Kapolri, Menteri Keuangan, Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, Mabes TNI AL, Komisi Pemberantasan Korupsi, Jampidsus, Kabareskrim Mabes Polri, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, dan Kapolda Kepri.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top