Bawaslu Kepri minta media sejukkan Pemilu

Dari kiri: Ketua Bawaslu Kepri Muhammad Sjahrie Papene, Koordiv Pengawasan Antar Lembaga Idris, Kordiv SDM dan Organisasi Rosnawati. Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Riau (Kepri) menggandeng media mengawasi penyelanggaran Pemilu 2019. Media juga diminta menyejukkan situasi selama pesta demokrasi.

Ketua Bawaslu Kepri Muhammad Sjahrie Papene dalam acara Media Gathering, Senin (5/3/2018), Bawaslu bertugas dalam pencegahan dan penindakan sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Di samping itu, tim pemeriksa daerah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) juga sudah dibentuk.

“Tim pemeriksa daerah terdiri dari Neng Suryati, Razaki Persada, Sriwati, dan saya sendiri. Kami ini perpanjangan tangan dewan kehormatan DKPP dalam penyelenggaran Pemilu,” ungkapnya.

Bawaslu Kepri juga sudah membuat situs Gowaslu. Jadi, pengawasan Pemilu disesuaia dengan teknologi kekinian. Dengan begitu, aktivitas Bawaslu Kepri dapat diketahui masyarakat.

Tak hanya itu, Bawaslu Kepri juga kekurangan dua komisioner lagi. Anggota komisioner Bawaslu Kepri hanya tiga orang. Sesuai Undang-Undang Pemilu Tahun 2017, anggota komisioner Bawaslu Kepri minimal lima orang dan paling banyak tujuh orang, sesuai jumlah penduduk.

“Proses perekrutan dua komisioner Bawaslu ini masih dibahas di pusat, termasuk untuk anggota komisioner Bawaslu tingkat kota dan kabupaten. Kemungkinan pada bulan April, seleksi anggota komisioner sudah dapat dilakukan,” jelas Sjahrie.

Kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Kepri Rosnawati mengatakan, Media Gathering ini digelar untuk menggandeng media dalam melakukan pengawasan selama Pemilu 2019. Pasalnya, peran media sangat penting dalam penggiringan opini publik untuk meningkatkan kesadaran bersama.

“Semakin banyak yang mengawasi, maka semakin kecil pelanggaran Pemilu. Media diminta tetap komitmen melakukan pengawasan,” jelasnya.

Media diharapkan menyampaikan informasi seputar Pemilu dengan berita yang menyejukkan dan mendidik. Sehingga, masyarakat tahu demokrasi yang diharapkan.

“Kami harapkan bantuan rekan-rekan media dapat melakukan pendidikan politik kepada masyarakat dengan informasi yang menyejukkan. Supaya, gesekan antara peserta Pemilu tidak terjadi,” pinta Rosnawati.

Koordinator Divisi Pengawasan Antar Lembaga Bawaslu Kepri Idris mengatakan, hanya satu Pilkada yang digelar pada tahun 2018 yaitu Pilwako Tanjungpinang. Fokus Bawaslu Kepri pada kampanye dua calon yang dimulai sejak 15 Januari hingga 23 Juni. Sedangkan kampanye di media sosial, media cetak, dan media elektronik pada 10 Juni.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top