Perkebunan buah di Lingga menjanjikan

Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (kanan) didampingi Bupati Lingga Alias Wello (kiri) saat meninjau perkebunan buah lokal di Tanah Putih, Lingga, beberapa bulan lalu. Foto: Istimewa.

DABO (KP): Perkembangan proyek percontohan perkebunan buah lokal yang sedang dibangun oleh Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di Tanah Putih, Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, lebih cepat dari yang diprediksi. Keberhasilan proyek percontohan ini diharapkan dapat memotiviasi masyarakat di Kabupaten Lingga.

“Kita beruntung, Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mau membangun kebun percontohan di daerah ini. Setidaknya, ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat Lingga, khususnya petani, untuk lebih rajin lagi menanam tanaman buah lokal,” kata Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalah usai mengunjungi lokasi perkebunan buah lokal tersebut, Sabtu (10/3/2018).

Ucok, yang baru saja mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Lingga atas dedikasinya memotivasi masyarakat Lingga lebih mencintai dunia pertanian itu, prospek pengembangan buah lokal cukup menjanjikan. Apalagi, posisi geografis Lingga yang berada di kawasan perbatasan Singapura dan Malaysia.

“Selama ini, buah-buahan yang kita konsumsi masih didominasi buah impor. Padahal, kita punya potensi yang luar biasa. Lahan kita cukup luas, tanahnya subur, sumber daya airnya melimpah dan dekat dengan pasar ekspor,” bebernya.

Secara terpisah, Ketua HKTI Kepulauan Riau (Kepri) Alias Wello mengatakan, proyek percontohan perkebunan buah-buahan lokal yang dikembangkan Ketua Umum HKTI di atas lahan seluas 50 hektare (Ha) merupakan respon HKTI atas permintaan Presiden Joko Widodo. Bahwa, setiap daerah menyediakan lahan seluas 5-50 hektare untuk perkebunan buah lokal.

“Ini sudah kita laksanakan. Kebetulan, Ketua Umum HKTI Moeldoko sangat mendukung program ini. Semua biaya, mulai dari penyiapan lahan sampai pengadaan bibit unggul, dibantu beliau,” ungkap bupati Lingga ini.

Pertumbuhan tanaman buah-buahan lokal yang dikembangkan Ketua Umum HKTI di Tanah Putih itu cukup bagus. Karena itu, para kepala desa (kades) diminta menyiapkan lahan minimal 5 Ha untuk perkebunan buah-buahan lokal. Bantuan pengadaan bibit akan dikoordinasikan dengan HKTI Pusat dan Kementerian Pertanian.

“Di sini (Tanah Putih_red) ada beberapa varietas buah lokal yang sudah kami kembangkan, seperti, sirsak madu, jambu kristal, belimbing dewi, nangka, mangga, dan lainnya. Setelah produktivitasnya mulai bagus, kami akan berikan pelatihan penanganan pascapanen. Agar, buah yang dihasilkan betul-betul sesuai standar pasar ekspor,” jelasnya Awe, sapaan akrabnya.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top