HUT ke-46 Basarnas

Tahun politik, personel SAR diminta netral

Personel SAR Tanjungpinang menggelar simulasi penyelamatan korban kecelakaan dalam HUT ke-46 Basarnas, Rabu (28/2/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Personel Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) diminta bersikap netral di tahun politik ini. Bagi yang melanggar, maka akan dikenal sanksi sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang Budi Cahyadi saat membacakan amanat Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, Rabu (28/2/2018).

“Tahun 2018 merupakan tahun politik yaitu pemilihan kepala daerah serentak. Para personel SAR diminta tidak memihak salah satu calon kepala daerah,” katanya.

Larangan lainnya antara lain, tidak melakukan pendekatan ke partai politik, tidak memasang atribut yang mempromosikan salah satu calon kepala daerah, tidak menghadiri deklarasi calon kepala daerah dengan atribut ataupun tanpa atribut partai, tidak mengunggah atau menanggapi atau menyebarluaskan visi dan misi calon kepala daerah melalui berbagai media sosial, tidak foto bersama dengan salah satu calon kepala daerah, tidak meminjamkan sarana dan prasarana milik Basarnas kepada salah satu calon kepala daerah, tidak menjadi pembicara dalam pertemuan partai atau calon kepala daerah, dan tidak melakukan tindakan-tindakan lain yang dapat dikategorikan atau ditafsirkan memberikan dukungan atau memihak salah satu calon kepala daerah. Pelangggaran-pelanggaran akan netralitas tersebut akan diberi sanksi sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Para personel Basarnas juga diminta melaksanakan seluruh program kerja dengan konsisten. Program kerja dilaksanakan tanpa mengarah ke tindak pidana korupsi.

Perlu diketahui, Basarnas diberi tugas untuk melaksanakan tugas pencarian dan pertolongan, penyelamatan dan evakuasi korban kecelakaan transportasi, kecelakaan dengan penanganan khusus, bencana, tanggap darurat misi membahayakan manusia secara cepat, tepat, aman, terpadu, dan terkoordinasi. Sesuai kemajuan teknologi, Basarnas diminta untuk mampu beradaptasi dan berinovasi melalui berbagai perubahan pola kerja. Sehingga, pelayanan Basarnas lebih baik, cepat dan tepat dalam menyelamatkan korban kecelakaan dan bencana alam.

“Sinergi lintas sektoral dengan unsur TNI, Polri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi pencarian dan pertolongan lainnya dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan. Para personel SAR juga harus senantiasi mendisiplinkan diri dan bekerja tanpa rasa pamrih,” pinta Budi.

Dalam peringatan HUT ke-46 ini, berbagai kegiatan telah dilakukan oleh pihak Kantor SAR Tanjungpinang. Lomba menolong korban kecelakaan diikuti ratusan peserta dari mahasiswa dan pelajar. Di samping itu, SAR Tanjungpinang juga menggelar simulasi penyelamatan korban kecelakaan di jalan raya. Terakhir, SAR Tanjungpinang meresmikan gedung lama yang direnovasi.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top