27 TKI ilegal dicegah berangkat ke Malaysia

Komandan Kodim 0315 Bintan Letnan Kolonel (Inf) Ari Suseno saat pers rilis penangkapan 27 TKI ilegal, Sabtu (3/3/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Sekitar 27 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dicegah TNI AD berangkat ke Malaysia. Mereka ditemukan berkeliaran di sekitar Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang pada 2 Februari.

Komandan Kodim 0315 Bintan Letnan Kolonel (Inf) Ari Suseno dala pers rilis, Sabtu (3/3/2018), mengatakan, temuan TKI ilegal ini atas laporan masyarakat kepada Bintara Pembinan Desa (Babinsa). Disampaikan, ada sekelompok orang yang tidak dikenal di sekitar Desa Malang Rapat.

Sekelompok orang ini sudah sekitar satu minggu terlihat dengan gerak-gerik mencurigakan. Salah satu di antaranya diajak berbincang.

“Rupanya, mereka akan berangkat ke Malaysia. Dari laporan itu, saya perintah Pasi Intelijen untuk segera mengambil tindakan dengan membawa para TKI ilegal ini ke Makodim pada 2 Februari sore. Sehingga, mereka tidak bisa diberangkat ke Malaysia,” ungkap Ari.

Sopir yang akan mengangkut para TKI ilegal ini sudah diamankan. Sedangkan identitas tekong (juragan) TKI ilegal ini sudah diketahui beserta alamatnya di Tanjungpinang.

“Tetap akan kami kejar dan diserahkan ke pihak berwajib,” tegas Ari.

Sementara itu, para TKI ilegal ini berjumlah 27 orang yang diamankan ini terdiri dari 23 pria dan 4 wanita. Para TKI ilegal ini berasal dari Jawa Barat, Mataram, Lombok, Aceh, Jawa Tengah, dan Madura.

“Mereka dijanjikan bekerja di perkebunan sawit,” ucap Ari.

Para TKI ilegal ini bisa disebut pelaku sekaligus korban penyelundupan manusia. Pasalnya, para TKI ilegal ini tidak tahu jika hasil jerih payah di Malaysia tidak dinikmati sama sekali.

“Uang mereka habis hanya untuk disetorkan kepada pengurus,” jelas Ari.

Atas kejadian ini, para TKI ilegal ini akan dikirim ke kampung halamannya masing-masing. Pemulangan dilakukan oleh pihak Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjungpinang.

“Kami sudah melakukan serah terima dengan pihak BP3TKI. Namun karena keterbatasan personel mereka dan hari libur, maka akan diserahkan pada Senin. Sementara itu, mereka tinggal di Makodim,” sebut Ari.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top