Pebalap liar tewas diadang kayu

Dua anak divonis 18 bulan penjara

Dua pelaku penganiayaan pebalap liar saat rilis kasus di Polres Tanjungpinang pada 20 Januari lalu. Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): AL dan MJ, dua remaja penganiaya pebalap liar divonis masing-masing satu tahun dan enam bulan penjara. Perbuatan keduanya memenuhi dakwaan alternatif kedua.

“Kami menghukum keduanya masing-masing satu tahun dan enam bulan penjara. Terdakwa MJ menyatakan pikir-pikir dan terdakwa AL menerima putusan,” kata Ketua Majelis Hakim Santonius Tambunan saat dihubungi, Kamis (1/3/2018).

Sidang putusan bagi keduanya dibacakan pada hari berbeda. AL divonis pada 26 Februari. Sedangkan pembacaan putusan bagi MJ pada 28 Februari.

“Masing-masing terbukti dakwaan alternatif kedua. Dakwaan itu tentang turut serta melakukan penganiayaan mengakibatkan kematian,” jelas Hakim Santo.

Diberitakan sebelumnya, MJ dan AL dituntut dua tahun penjara oleh jaksa penuntut pada 23 Februari lalu. Sidang perdana keduanya digelar pada 15 Februari lalu di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Dalam rilis pihak Polres Tanjungpinang pada 20 Januari lalu, perbuatan kedua remaja ini dipaparkan. Berawal saat dua kelompok anak muda melintas di Jembatan I Dompak pada 18 Januari malam.

Kelompok lain juga bergerak sembari menggeber-geber sepeda motornya. Akibatnya, kelompok yang digeber emosi. Apalagi, ada kelompok lain yang memanas-manasi situasi.

Dua orang dari kelompok yang emosi ini yaitu AL (15) dan MJ (17) berpisah dari rombongan kelompoknya. Sepeda motor yang dikendarai MJ menuju ke arah Mal Ramayana. Dua balok kayu dipegang AL di posisi dibonceng.

Saat kelompok lain itu melintas, batangan kayu yang dipegang AL dipalangkan ke arah kelompok tersebut. Akibatnya, kayu tersebut mengenai kepala Johan.

Karena benturan tersebut, Johan terjatuh dari sepeda motor. Kepalanya bocor dan otaknya berceceran di jalan. AL dan MJ tidak mengetahui kondisi korban malam itu.

Informasi ini diperoleh anggota Satuan Lalu Lintas. Korban segera dilarikan ke rumah sakit. Johan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.

Awalnya, informasi yang diterima anggota Sat Lantas hanya kecelakaan lalu lintas. Dari beberapa orang saksi ditemukan kejanggalan.

Tim Sat Reskrim diturunkan ke lokasi. Olah tempat kejadian perkara digelar di Jembatan I Dompak.

Dari keterangan para saksi, Johan meninggal dunia bukan akibat kecelakaan lalu lintas. Tetapi, adanya suatu tindakan menghalangi laju sepeda motor Johan.

Dari keterangan para saksi tersebut, dua orang ditangkap yaitu AL dan MJ. Dalam pemeriksaan terungkap bahwa salah seorang saksi diintimidasi salah seorang tersangka. Alibi yang dibuat seakan-akan kayu tersebut dibuang ke tengah jalan oleh AL.

Saat diperiksa pertama kali, AL beralibi jika niat awalnya hanya untuk mengadang. Tetapi, ia tahu sebenarnya ada satu sepeda motor yang sedang melaju.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top