MV Fu Yu diburu lima kapal perang TNI AL

MV Fu Yu saat proses sandar di Dermaga Yos Sudarso, Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Senin (26/2/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): KRI Sigurot-864 menangkap kapal nelayan berbendera Taiwan pada 24 Februari lalu. Penangkapan butuh satu hari karena MV Fu Yu kabur saat proses pemeriksaan dokumen di Selat Singapura.

Wadan Lantamal IV Kolonel Laut (P) Imam Musani dalam pers rilis, Senin (26/2/2018), memaparkan kronologi penangkapan. Berawal ketika KRI Sigurot-864 sedang patroli di Selat Singapura. Sebuah kapal ikan pada 24 Februari, sekitar pukul 08.00.

“Saat kontak pertama, kapal tersebut berlayar tanpa mengibarkan bendera,” ungkapnya.

Saat didekati, kapal ini langsung berbalik haluan dan masuk ke perairan Malaysia. Kapal ini lego jangkar perairan Malaysia. Pergerakan kapal ikan ini tetap dipantau. Kapal terpantau bergerak ke arah Timur, sekitar pukul 13.00.

Pergerakan kapal ikan ini segera dicegat KRI Sigurot. Kapal ikan ini berhasil dihentikan, sekitar pukul 14.40.

“Nakhoda MV Fu Yu hanya menyerahkan dokumen tanpa mau turun dari kapalnya. Anggota KRI Sigurot tidak ada yang naik ke kapal tersebut karena kondisi yang tidak memungkinkan,” kata Imam.

Dokumen kapal diperiksa oleh pihak KRI Sigurot. Saat proses pemeriksaan dokumen, KRI Sigurot mati mesin (blackout) akibat cuaca buruk. Seketika itu, MV Fu Yu melarikan diri ke perairan Singapura.

Setelah mesin kapal dapat dihidupkan kembali, pengejaran dilakukan KRI Sigurot. Pengejaran dibantu KRI Parang-647, KRI Krait (KRT-827), dan KAL Anakonda.

MV Fu Yu diadang kapal Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) sekitar pukul 17.00. Intelijen Koarmabar bersama intelijen Lantamal IV berkoordinasi dengan pihak APMM supaya MV Fu Yu diserahkan ke pihak TNI AL.

“Setelah terjadi koordinasi, KRI Pulau Rangsang (PRG-727) mendekati MV Fu YU yang dikawal kapal patroli APMM Petir pada 25 Februari, sekitar pukul 14.30. Pihak APMM menyerahkan kapal ikan MV Fu Yu kepada TNI AL, sekitar pukul 17.00,” jelas Imam.

Penyerahan MV Fu Yu dari APMM diterima pihak KRI Parang-647. Selanjutnya, MV Fu Yu digiring ke Dermaga Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal Perang TNI AL (Fasharkan) di Mentigi, Tanjunguban, Kabupaten Bintan.

Hasil pemeriksaan, nakhoda MV Fu Yu berkewarganegaraan Taiwan. Anak buah kapal (ABK) terdiri dari satu orang warga negara Taiwan, satu orang warga negara Tiongkok, empat orang warga negara Myanmar, dan tiga orang warga negara Vietnam. Hasil pemeriksaan, muatan kapal berisi ikan sekitar 20 ton dan logistik kapal.

“Berdasarkan pemeriksaan awal dari dokumen kapal ikan berbendera Taiwan ini diduga melakukan pelanggaran perikanan dan pelayaran. Dugaan pelanggaran pelayaran itu karena dokumen kapal dikeluarkan Negara Mauritus, Afrika Timur,” sebut Imam.

Izin yang dikeluarkan negara tersebut untuk kapal ini adalah penangkapan ikan di Samudra Hindia. Kenyataannya, kapal ini berlayar di Selat Malaka.

“Kami juga menemukan lima dokumen di dalam kapal. Dokumen tersebut tentang nama kapal yang digunakan, antara lain, Fu Yu, Tian Zhi Xiang, Der Horn 569, Her Yow Nomor 3, dan Fu Chang Nomor 6,” ujar Imam.

Pelanggaran lain akan didalami. Pasalnya, kapal ini tidak memiliki dokumen yang asli.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top