Pesta narkoba, eks napi disidang lagi

M Amri, terdakwa kasus narkoba, mendengarkan dakwaan jaksa di PN Tanjungpinang, Selasa (20/2/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Muhammad Amri, mantan narapidana kasus narkoba ini menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (20/2/2018). Ia disidang lagi karena menggelar pesta narkoba di kediamannya pada September 2017 lalu.

Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum Rebuli Sanjaya memaparkan surat dakwaannya. Berawal saat Amri sedang berada di kediamannya, Perumahan Vulkupa, Jalan Daeng Celak, Kampung Bukit Galang II, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, pada 16 September 2017 lalu, sekitar pukul 13.00. Tiga paket sabu-sabu seharga Rp2,2 juta dipesan Amri ke Jali (DPO).

“Terdakwa juga memesan dua puluh lima butir pil ekstasi dan sepuluh butir pil Happy Five,” ungkapnya.

Pil ekstasi 25 butir seharga Rp3.750.000. Sedangkan 10 butir Happy Five seharga Rp750.000. Uang untuk pembelian narkoba berjumlah Rp6,7 juta dimasukkan Amri ke dalam kotak rokok. Kemudian, kotak rokok ini dibuang di Simpang Tugu Tangan, Batu 12, Jalan Raya Tanjungpinang-Tanjunguban, sekitar pukul 16.00.

Narkoba pesanan diambil Amri bawah plang rambu-rambu lalu lintas di Jembatan Sungai Carang, Jalan Daeng Celak, Batu 8 Senggarang. Tiga jenis narkoba ini dibawa pulang dan disimpan di dalam brankas. Sebagian disisihkan Amri untuk dikonsumsi.

“Terdakwa bersama teman-temannya mengonsumsi sabu-sabu di kamarnya pada 18 September 2017, sekitar jam sepuluh malam,” ungkap JPU Rebuli.

Teman Amri itu antara lain, Sampurna Dianto alias Aan dan Dafit Haris Witular. Dua orang lainnya berstatus saksi karena kebetulan berada di kediaman Amri. Seorang pria lainnya, Arieka Budi Saputro, datang ke kediaman Amri, sekitar pukul 01.15, pada 19 September 2017.

“Tujuan Budi untuk ikut pesta narkoba bersama Amri dan Dafit,” sebut JPU Rebuli.

Usai pesta narkoba, sebutir pil ekstasi diberikan Amri kepada Aan. Pil ekstasi itu dibelah menjadi empat bagian untuk dikonsumsi bersama-sama.

Pesta narkoba itu digerebek anggota Satuan Narkoba Polres Tanjungpinang lima belas menit kemudian. Amri dan rekan-rekannya diamankan.

Kediaman Amri digeledah disaksikan ketua RT dan RW setempat. Satu paket sabu-sabu dengan alat hisap (bong), brankas berisi tiga paket sabu-sabu, 20 butir pil ekstasi berlogo A, setengah butir pil ekstasi berlogo Cup-Cup, tujuh butir pil Happy Five, satu unit timbangan digital milik Amri disita petugas. Dari tangan Dafit disita tan sandang kecil berisi satu paket sabu-sabu, sebutir pil ekstasi berlogo A.

Penggeledahan dilanjutkan ke Aan. Satu buah pipet kaca ditemukan di dalama sabu celana Aan yang ditemukan lantai kamar.

Mobil Vios BP 1091 YP milik Dafit digeledah. Barang bukti yang ditemukan berupa sembilan paket sabu-sabu di dalam dompet kecil dan 14 butir pil ekstasi di bawah kursi depan sebelah kiri.

Sedangkan bong ditemukan di dalam dasbor. Barang-barang ini diakui Dafit. Hasil penimbangan pihak berwenang, empat paket sabu-sabu milik Amri seberat 2,26 gram.

Untuk diketahui, Amri divonis satu tahun dan empat bulan penjara pada 19 Maret 2015. Amri terbukti menggunakan narkotika.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top