Penyelundup sabu divonis 8 tahun penjara

Hendra, penyelundup sabu-sabu dari Malaysia, menandantangani dokumen menerima hukuman 8 tahun penjara di PN Tanjungpinang, Selasa (20/2/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Hendra, penyelundup 145,11 gram sabu-sabu ini divonis delapan tahun penjara. Hukumannya diringankan dua tahun dari tuntutan yang diajukan jaksa penuntut.

Ketua Majelis Hakim Acep Sopian Sauri membacakan amar putusan ini di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (20/2/2018). Majelis hakim menilai, perbutan Hendra terbukti memenuhi unsur pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam perkara ini, Hendra dituntut sepuluh tahun penjara oleh jaksa penuntut.

“Kami menghukum terdakwa selama delapan tahun penjara,” kata Hakim Acep.

Hendra didenda Rp800 juta. Bila uang denda tak dibayar, maka hukumannya ditambah dua bulan penjara.

Hukuman ini dijatuhkan atas berbagai hal pertimbangan. Hal memberatkan, perbuatan Hendra membahayakan generasi bangsa. Hal meringankan, Hendra belum pernah dihukum.

Data pengadilan, perbuatan Hendra dipaparkan. Berawal saat Hendra turun dari kapal feri MV Sentosa 9 di Pelabuhan SBP pada 12 September 2017 lalu, sekitar pukul 11.45. Kapal ini datang dari Malaysia.

Hendra melewati pos pemeriksaan barang dan pemeriksaan badan Bea dan Cukai. Barang bawaan Hendra diperiksa dua petugas Bea Cukai.

Empat paket sabu-sabu ditemukan di celana dalam yang dikenakan Hendra. Kemudian, Hendra diamankan petugas ke kantor Bea Cukai.

Dalam interogasi, Hendra mengaku jika sabu-sabu itu dibawanya ke Malaysia. Sabu-sabu itu akan dibawa ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sabu-sabu itu titipan Udin (DPO). Usai diinterogasi, Hendra diserahkan ke penyidik Satuan Narkoba Polres Tanjungpinang pada malam harinya. Hasil penimbangan pihak berwenang, empat paket sabu-sabu itu seberat 145,11 gram.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top