Oknum pegawai BPN divonis 8 bulan

Januar (kiri), oknum pegawai BPN, berkonsultasi dengan penasihat hukumnya usai divonis hakim Tipikor Tanjungpinang, Kamis (22/2/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Januar (55) divonis delapan bulan penjara oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Kamis (22/2/2018). Mantan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Pengukuran Badan Pertanahan Kota Tanjungpinang ini terbukti menerima suap.

Ketua Majelis Hakim Santonius Tambunan dalam amar putusannya menyatakan, Januari terbukti menyalahgunakan kekuasaan. Ia juga terbukti memaksa orang yang berlawanan dengan kehendaknya sendiri.

Sehingga, unsur pasal 12 huruf e juncto pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Pasal ini tentang pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu bagi dirinya sendiri. Dalam perkara ini, Januar dituntut jaksa selama satu tahun penjara.

“Kami memutuskan untuk menghukum terdakwa selama delapan bulan penjara,” kata Hakim Santo.

Januar juga didenda Rp20 juta. Jika uang denda tak sanggup dibayar, maka hukumannya ditambah dua bulan kurungan.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Januar juga berdasarkan beberapa hal pertimbangan. Hal memberatkan, Januar memperlakukan instansi dan bawahannya. Hal meringankan, Januari punya tanggungan anak dan istri.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal saat Januar bertemu Achmad Perdamean di kantor BPN Tanjungpinang pada 8 Agustus 2016 lalu. Dalam pertemuan itu, Achmad mengungkapkan bahwa ia pernah mengajukan permohonan sertifikat pada 2013 dan 2015.

Achmad menanyakan perkembangan permohonan sertifikat tersebut. Januar diminta membantu penyelesaian di Seksi Survei Pengukuran dan Pemetaan. Januari berjanji akan membantu.

Saat diperiksa Januar, empat berkas dan permohonan Achmad ditemukan. Semua biaya pelayanan permohonan tersebut telah dibayar lunas oleh Achmad.

Achmad dihubungi Januari pada 19 Agustus 2016. Berkas yang ditemukan ada tiga.

Sedangkan permohonan atas nama Fauzan Nur Hayuni belum ditemukan. Achmad diminta datang ke parkiran Hotel CK, Jalan Raja Haji Fisabilillah, Batu 8 Atas. Achmad datang bersama Diko.

Ketika bertemu, Januar mengungkapkan jika tiga berkas permohonan yang disebutkan Achmad sudah di mejanya. Satu berkas lagi belum ditemukan.

Januar minta dibantu uang Rp6 juta. Achmad menyatakan tidak sanggup.

Uang yang diminta Januar turun menjadi Rp3 juta. Achmad diminta mentransfer uang tersebut melalui rekening.

Januar menghubungi korban hingga beberapa kali guna menanyakan uang sesuai yang dijanjikan. Dalam pembicaraan itu, Januar sempat mengancam tidak akan menandatangani peta bidang.

Takut tak ditandatangani, uang Rp3 juta dikirim Achmad ke rekening Januari pada 28 Agustus 2016. Setelah menerima uang, peta bidang itu ditandatangani Januar pada 9 September 2016.

Tiga peta bidang itu atas nama Achmad. Tiga peta bidang lainnya belum ditandatangani.

Beberapa hari kemudian, Achmad kembali dihubungi. Disampaikan, satu berkas atas nama Fauzan Nurhayani sudah ditemukan.

Diko diminta menemui Januar di kantornya. Dijelaskan Januar, empat berkas ini akan dibantu pengurusannya menjadi sertifikat.

Uang yang disiapkan sekitar Rp25 juta per berkas sertifikat. Permintaan Januar itu disampaikan Diko ke Achmad. Tapi, permintaan Januar itu tidak dipenuhi Achmad.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top