Kesaksian kacab Bank Mandiri Menteng

Dana milik BAJ tersisa Rp160 juta

Triana Hapsari, Kepala Bank Mandiri cabang Menteng, Jakarta Pusat, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (15/2/2018). Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Triana Hapsari, Kepala Bank Mandiri cabang Menteng, Jakarta Pusat, memberikan keterangan dalam sidang korupsi dana perusahaan asuransi jiwa Bumi Asih Jaya (BAJ). Dana Rp55 miliar tersebut ditarik pengacara BAJ saat itu, Mohammad Nashihan.

Dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Kamis (15/2/2018), Triana mengungkapkan, dana BAJ ini masuk ke Bank Mandiri cabang Menteng dari tiga bank berbeda sekitar September 2013. Dana tersebut dikirim secara bertahap hingga 24 Oktober 2013. Pengirim dana tersebut yaitu Agus Hartadi dari perusahaan asuransi BAJ.

“Syafei dan M Nasihan datang pada 6 September 2013. Mereka membuat rekening bersama untuk dana dari BAJ tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan data Bank Mandiri, rekening giro dan tabungan dibuka secara pribadi dibuka Nasihan dan Syafei di kesempatan yang sama.

Saat dana BAJ itu berangsur-angsur masuk, penarikan perdana dilakukan Nasihan pada 3 Oktober 2013. Penarikan itu telah dikonfirmasi ke Syafei.

Penarikan dana BAJ melalui rekening giro pribadinya secara bertahap dilakukan Nasihan. Penarikan dana tersebut bervariasi antara Rp500 juta hingga Rp5 miliar mulai 3 Oktober hingga 13 Mei 2016.

“Setiap penarikan dana, kami konfirmasi ke Syafei melalui sambungan telepon. Beliau tidak pernah datang saat Nasihan menarik dana tersebut. Nasihan beralasan dana itu dipinjamnya untuk usaha,” sebut Triana.

Rekening bersama ini diblokir pada 2016 dengan sisa saldo saldo Rp160 juta. Sedangkan rekening pribadi Nasihan kosong pada 31 Desember 2016.

Diberitakan sebelumnya, perkara ini berawal saat Pemko Batam menganggarkan tunjangan kesehatan dan tunjangan hari tua bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Harian Lepas (THL) Pemko Batam. PT Bumi Asih Jaya (BAJ) memenangkan lelang premi asuransi ini pada 27 Maret 2007.

Realisasi pembayaran iuran asuransi yang sudah dibayar Pemko Batam dari 2007 hingga 2012 mencapai Rp208.209.250.000. Karena keterbatasan anggaran, kerja sama dengan BAJ dihentikan Pemko Batam pada 10 Mei 2012.

Penghentian kerja sama ini disetujui pihak BAJ pada 29 Mei 2012. Pertemuan kedua belah pihak digelar.

Pemko Batam menyatakan dana yang harus diterima sekitar Rp115.954.836.508. Namun, dana yang bisa dibayar BAJ hanya Rp65 miliar.

Kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan. Perusahan asuransi BAJ digugat Pemko Batam melalui pengacara negara.

Tim yang ditunjuk Kajari Batam saat itu antara lain, Syafei, Titana Triasyanti, dan Andi Hebat. Pada 2012 itu, Syafei menjabat sebagai Kasi Datun Kejari Batam.

Gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri Batam pada 11 Juli 2013. Pihak asuransi BAJ diwakili Mohammad Nashihan sebagai tergugat.

Di luar proses persidangan, kedua belah pihak kembali berunding menyelesaikan sebagian kewajiban BAJ. Surat kuasa dari Sekda Batam Agussahiman diterima Syafei pada 4 September 2013.

Surat kuasa diberikan kepada Syafei itu guna membuka rekening bersama (escrow account) dengan penasihat perusahaan asuransi BAJ di Bank Mandiri cabang Menteng, Jakarta Pusat.

Rekening bersama ini dibuka Syafei dan M Nashihan pada 6 September 2013. Pada hari yang sama, rekening giro dibuka Syafei dan M Nashihan. Rekening giro ini tidak masuk dalam surat kesepakatan antara Pemko Batam dan perusahaan asuransi BAJ.

Setelah rekening bersama dibuat, pihak BAJ sepakat melakukan pembayaran sebagian kewajibannya sebesar Rp55 miliar. Dana tersebut ditransfer pihak BAJ ke rekening bersama.

Tanpa ada perintah dari Pemko Batam, dana tersebut ditarik lebih dari 30 transaksi mulai 3 Oktober 2013 hingga 13 Mei 2015 berjumlah Rp55.000.000.000.

Sementara itu, sengketa perdata antara Pemko Batam dan perusahaan asuransi BAJ sudah berkekuatan hukum tetap pada 13 Desember 2016. Uang yang seharusnya kembali ke Pemko Batam sudah tidak ada lagi di rekening bersama.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top