Terjerat UU ITE

Parlindungan divonis 16 bulan penjara

Parlindungan Sinurat saat menjalani persidangan di PN Tanjungpinang. Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Parlindungan Sinurat divonis satu tahun dan empat bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (15/2/2018). Ia terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Hal itu disampaikan Humas PN Tanjungpinang Hakim Santonius Tambunan usai persidangan.

“Majelis hakim sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Terdakwa terbukti melanggar UU ITE,” katanya.

Pada persidangan sebelumnya, tuntutan diajukan jaksa terhadap Parlindungan selama dua tahun penjara. Diputuskan majelis hakim, Parlindungan dihukum satu tahun dan empat bulan.

Parlindungan juga denda Rp100 juta. Jika uang denda tak sanggup dibayar, hukumannya ditambah tiga bulan kurungan.

“Majelis hakim dalam perkara tersebut memandang bahwa Parlindungan memiliki tanggungan istri dan anak-anak yang masih sekolah. Parlindungan juga telah dimaafkan umat Islam yang terganggu dengan cuitannya di Twitter. Hukuman ini dianggap setimpal dengan perbuatannya,” jelas Hakim Santo.

Vonis hakim ini sempat ditolak Parlindungan. Namun akhirnya, ia menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari.

Berdasarkan data di pengadilan, perbuatan ini diawali Parlindungan pada 20 Agustus 2017, sekitar pukul 11.00. Postingan di akun Twitter tentang Pemilihan Gubernur Jawa Barat terdakwa beberapa komentar dari akun lain.

“Apapun akan kami lakukan untuk memenangkan cagub kami di Jabar”. Demikian bunyi tulisan itu. Komentar ini ditanggapi Parlindungan dengan tulisan berkonotasi negatif yang mengarah ke salah satu surat dalam Alquran, Al Maidah ayat 51.

Melihat banyaknya reaksi komentar atas tulisannya itu, Parlindungan menghapus tulisan komentarnya. Namun, komentar Parlindungan di media sosial Twitter itu sudah direkam pembaca lain dengan aplikasi Screen Shot. Hasil Screen Shot disebar ke grup media sosial lainnya, WhatsApp dan Facebook.

SURYA

Spread the love

*

*

Top