Kapal pukat asing berkeliaran di Anambas

Ketua DPRD Jumaga Nadeak menerima aspirasi nelayan Anambas, Senin (12/8/2018). Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG (KP): Nelayan dari Kabupaten Anambas mengadu ke DPRD Kepri di Tanjungpinang. Mereka mengeluh tentang banyaknya kapal pukat asing yang berkeliaran di perairan Anambas.

Kapal nelayan asal negara Thailand tetap banyak mencuri ikan di Anambas. Belum lagi nelayan dari daerah lain yang menggunakan pukat dari Tanjung Balai Asahan. Bahkan, kapal pukat ini berani memasiki wilayah bibir pantai sekitar Anambas.

“Padahal ada aturan menyebutkan kapal-kapal besar beroperasi di atas 12 mil laut dan melarang kapal pukat beroperasi 3 mil dari pantai. Kenyataannya, mereka masuk di wilayah satu mil dari bibir pantai,” kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Anambas Dedi Syahputra saat diterima Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Senin (12/2/2018).

Nelayan Kabupaten Anambas juga mengeluhkan kebijakan pemerintah pusat yang akan mendatangkan ribuan nelayan asal Pulau Jawa. Padahal, nelayan tradisional di Anambas masih banyak yang belum tersentuh kebijakan pemerintah pusat.

Di tempat yang sama, Ketua HNSI Tarmizi Az mewakili nelayan-nelayan Anambas meminta agar pemerintah segera menertibkan kapal-kapal tersebut. Tak hanya itu, pengawasan terhadap laut Anambas juga harus ditingkatkan.

“Kami khawatir gesekan ini bisa semakin besar. Karena tahun lalu, sudah ada nelayan Anambas yang meninggal ditabrak kapal-kapal besar itu,” ungkap Tarmizi.

Kabupaten Anambas merupakan Kabupaten terkaya di Provinsi Kepri. Potensi lautnya yang besar dan terbuka, menyimpan kekayaan alam yang belum terjamah. Sayangnya, pencurian dan belum tegaknya aturan membuat Kekayaan Anambas dicuri terus.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak berjanji memerintahkan komisi terkait untuk turun ke Anambas.

“Saya nanti akan coba berkoordinasi dengan aparat keamanan. Untuk pencurian ini akan menjadi perhatian kami,” ucapnya.

Ia juga berjanji untuk berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengoptimalkan Tempat Pengolahan Ikan (TPI) di Anambas.

“Semoga dengan dioptimalkannya TPI, masyarakat Anambas bisa sejahtera,” harapnya.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top