Satu divonis 20 tahun, lainnya 19 tahun

Tiga kurir narkoba 16 kg, Su'iri (depan) dan Achyadi alias Yoyok (tengah) divonis 19 tahun penjara. Sedangkan Zuki divonis 20 tahun penjara. Foto: Surya.

TANJUNGPINANG (KP): Hukuman bagi tiga terdakwa penyelundupan sabu-sabu 16 kilogram (kg) sudah dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (15/1/2018). Marzuki alias Zuki (41) dihukum 20 tahun dan Achyadi alias Yoyok (29)  serta Su’iri (40) divonis 19 tahun penjara.

Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim Jhonson Ferdy Sirait menyatakan, ketiganya terbukti bersalah. Unsur primer dalam dakwaan yaitu 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 terpenuhi. Sehingga, dakwaan subsider tidak perlu dipertimbangkan lagi.

Sebelum hukuman dijatuhkan, majelis hakim perlu mempertimbangkan beberapa hal. Hal memberatkan, narkoba yang berjumlah banyak berpotensi merusak generasi muda. Hal yang meringankan, ketiganya bersikap sopan selama persidangan.

Tuntutan jaksa penuntut umum juga dipertimbangkan. Dimana, ketiga terdakwa ini dituntut 20 tahun penjara.

“Kami memutuskan bahwa terdakwa Zuki dihukum dua puluh tahun penjara. Sedangkan terdakwa Yoyok dan Su’iri dihukum sembilan belas tahun penjara,” kata Hakim Jhonson.

Ketiganya juga didenda Rp2 miliar. Bila uang denda tak sanggup dibayar, maka hukumannya ditambah satu tahun penjara.

Usai persidangan, penasihat hukum Zuki yaitu Jefri Simanjuntak menyatakan bahwa hukuman itu diterima kliennya.

Dalam dakwaan jaksa dipaparkan perbuatan ketiganya. Berawal saat Yoyok dan Su’iri diminta Koang alias Sam (DPO) datang ke Batam sekitar Maret lalu. Keduanya berangkat dari Madura (Jawa Timur) melalui Surabaya.

Biaya transportasi dan penginapan diberikan Sam. Sesampainya di Batam, Yoyok dan Su’iri akan melanjutkan perjalanan dari Batam ke Tanjunguban, Kabupaten Bintan.

Yoyok dan Su’iri dijemput Zuki atas perintah Musli (DPO) di Pelabuhan Tanjunguban. Ketiga berangkat dengan mobil Toyota Avanza BP 1534 BC ke Hotel Kaputra di Tanjungpinang.

Yoyok dan Su’iri diperintahkan Sam agar pindah ke Hotel Halim pada 10 Maret sekitar pukul 09.00. Selanjutnya, Yoyok dan Su’iri diajak makan oleh Sam di daerah Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang (Bintan).

Sembari makan, ketiga berbincang mengenai narkoba yang akan dibawa.

Pada 14 Maret, sekitar pukul 15.00, Yoyok dan Su’iri diminta datang Sam mengantar dua koper yang ada di dalam mobil Toyota Avanza BP 1534 BC ke kontrakan Zuki di Desa Berakit (Bintan). Setelah dua koper itu diantar, Yoyok dan SU’iri kembali pindah ke penginapan di kawasan Pantai Trikora.

Yoyok dihubungi Zuki agar meminta Su’iri keluar dari kamar hotel. Pasalnya, Su’iri akan dibawa ke Malaysia. Sedangkan Yoyok tetap di kamar hotel.

Zuki dan Su’iri berangkat ke Malaysia dengan sebuah speedboat dari Desa Berakit. Keduanya tiba di Pantai Disaru, Malaysia.

Zuki dan Su’iri menunggu orang suruhan Musli di pantai tersebut. Seorang pria datang dan menaikkan tas ransel yang disandangnya ke dalam speedboat.

Ransel itu kemudian dipegang Su’iri. Speeboat yang dikendalikan ZUki kembali ke arah perairan Indonesia. Keduanya tiga di pantai Berakit sekitar pukul 22.00.

Zuki dan Su’iri dijemput Yoyok dengan sebuah mobil. Ketiganya langsung menuju ke kontrakan Zuki.

Di kontrakan, isi ransel itu dikeluarkan Yoyok. Isinya berupa paket besar sabu-sabu dan pil ekstasi.

Barang haram ini dipindahkan ke dalam dua koper yang sudah disiapkan sebelumnya. Dua koper ini dimasukkan ke dalam mobil. Kemudian, mobil menuju ke Hotel Halim.

Sam datang ke Hotel Halim pada 15 Maret, sekitar pukul 20.00. Uang Rp1 juta diberikan Sam kepada Yoyok.

Uang ini untuk biaya pindah hotel. Mobil pengganti, Toyota Yaris BP 1816 YT sudah disiapkan Zuki di Batu 16 (Bintan). Mobil yang disiapkan Zuki ditemukan. Dua koper dari mobil sebelumnya dipindahkan.

Keduanya kembali ke Hotel Halim. Sedangkan mobil Toyota Avanza ditinggalkan di lokasi sebelumnya.

Pada 16 Maret, sekitar pukul 09.00, Yoyok dan Su’iri pindah ke Hotel Comfort di Batu 10. Keduanya menunggu jadwal kapal yang akan berangkat dari Pelabuhan Sri Bayintan (Kijang) menuju Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta).

Bila berhasil sampai di Jakarta, Yoyok dan Su’iri akan diberi upah oleh Sam masing-masing Rp10 juta. Sedangkan Zuki akan diberi upah oleh Musli sekitar Rp40 juta.

Saat akan berangkat pada 17 Maret, Yoyok dan Su’iri ditangkap petugas Sat Res Narkoba Polres Bintan sekitar pukul 17.00. Su’iri ditangkap saat berada di dalam mobil di kawasan parkir. Sedangkan Yoyok ditangkap saat mengurus check out di resepsionis.

Mendapat kabar dua rekannya ditangkap petugas, Zuki melarikan diri. Namun, Zuki berhasil dibekuk petugas di Pasar Jodoh (Batam) pada 15 Mei, sekitar pukul 21.00.

Berdasarkan penimbangan pihak berwenang, 21 paket besar sabu-sabu memiliki berat bersih 15.804,58 gram (sekitar 15,8 kg). Sedangkan 510 butir pil ekstasi biru dan 495 pil ekstasi kuning memiliki berat total 162,14 gram.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top