Tulang ikan diolah jadi cendera mata

Ketua Dekranasda Bintan Deby Apri Sujadi memberikan cendera mata dari tulang dan sisik ikan kepada seorang pengrajin, Jumat (20/10/2017). Foto: Istimewa.

KIJANG (KP): Kabupaten Bintan memiliki banyak potensi alam yang bisa diolah dan dimanfaatkan sebagai suatu kerajinan tangan yang unik dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Salah satu barang sisa yang bisa dimanfaatkan adalah tulang dan sisik ikan.

“Tulang dan sisik ikan bisa menjadi aneka bentuk kerajinan bernilai tinggi seperti gelang, bros baju, anting, kapal, bunga, hiasan lampu, bingkai foto, aksesori, pernak-pernik perhiasan, dan lain sebagainya,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi di Paviliun Dekranasda Kabupaten Bintan di Gedung LAM Kota Kijang, Jumat (19/10/2017).

Tulang dan sisik ikan mudah ditemui di Bintan. Hal ini dikarenakan Bintan memiliki luas lautan yang lebih banyak dibandingkan dengan luas daratan.

“Berbagai kreasi hasil olahan tulang dan sisik ikan akan ditemui di Paviliun Dekranasda,” sebut Deby.

Atas kreativitasnya itu, para pengrajin Dekranasda Bintan diundang guna memberikan pelatihan bagi 50 perwakilan desa se-Kabupaten Bangka di Provinsi Bangka Belitung. Melalui pelatihan itu, kerajinan tulang dan sisik ikan akan dikenalkan kepada para peserta di Bangka.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, Bintan memiliki banyak kreasi olahan kerajinan tangan yang bisa diandalkan. Salah satunya, kerajinan tangan tulang dan sisik ikan.

“Di setiap kesempatan, kami juga memberikan cendera mata kerajinan tulang dan sisik ikan kepada para tamu yang datang,” ujarnya.

Sekretaris Dekranasda Kabupaten Bintan Remon Roxis mengatakan, kerajinan tulang dan sisik ikan tidak sulit. Tulang dan sisik ikan yang dipilih berukuran sedang atau besar.

Misalnya, tulang dan sisik ikan kakap karena ukurannya yang tidak terlalu kecil sehingga mudah dibentuk. Selain itu, tulang dan sisik ikan harus dicuci sampai bersih lalu rendam menggunakan air kapur selama beberapa hari sampai bau amisnya hilang.

“Saat ini, kerajinan tulang dan sisik ikan sudah sampai ke luar daerah bahkan luar negeri, seperti Yogyakarta dan Malaysia,” ungkapnya.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top