Penambang pasir ilegal dihukum 16 bulan penjara

Zuwandi saat mendengarkan putusan hakim PN Tanjungpinang, Selasa (9/5/2017).

TANJUNGPINANG (KP): Zuwandi (36) dihukum hakim selama satu tahun dan empat bulan penjara di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (9/5/2017). Ia terbukti menambang pasir secara ilegal dan merusak ekosistem.

Amar putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Iriaty Khairul Ummah. Dalam amarnya, perbuatan Zuwandi terbukti memenuhi unsur pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009.

Pada persidangan sebelumnya, Zuwandi dituntut jaksa selama dua tahun penjara. Namun, majelis hakim berpendapat lain berdasarkan berbagai hal.

Hal memberatkan, pertambangan ilegal ini merusak ekosistem. Hal meringakan, Zuwandi belum pernah dihukum.

“Atas pertimbangan itu, kami menghukum terdakwa selama satu tahun dan empat bulan penjara,” kata Hakim Iriaty.

Zuwandi juga didenda Rp100 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, hukumannya ditambah tiga bulan kurungan.

Perbuatan ini dilakukan Zuwandi sekitar 29 Desember 2016 lalu. Salah seorang pekerja bernama Pit menghidupkan mesin penghisap pasir di lahan sekitar Kampung Tanjung Arang, Desa Kuala Simpang.

Pasir yang disedot dimasukkan ke dalam bak penampungan. Pembeli datang. Pasir yang sudah dibeli dimasukkan ke dalam truk dengan sekop oleh Ramdan, Atan, Iza, dan Jumat.

Setelah bak truk penuh, uang diberika pembeli kepada Pit. Sebelumnya, harga pasir untuk satu bak truk sekitar Rp150 ribu. Namun, aktivitas ilegal Zuwandi dihentikan pihak berwajib.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top